Tunjungtirto,- (17/8) Derap langkah tegap para Paskibra memasuki arena upacara disaksikan seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 sangat memukau. Sebut saja di antara mereka adalah Farel (siswa kelas 9C), Kharida (siswi kelas 9D), Dewi Herda (Kelas 9F), dan masih banyak lagi yang dari kharismanya saja sudah berbeda. “Syukurlah upacara berlangsung penuh khidmat tanpa gangguan dan cuaca sangat cerah bersahabat…” tutur Ibu Lilik Mudaifah selaku kesiswaan yang sudah mempersiapkan semuanya jauh hari sebelumnya.
Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak Ruhdi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan amanat menegaskan bahwa kemerdekaan hari ini bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah besar yang harus dirawat dengan karya, kedisiplinan, dan keteguhan karakter.
“Kemerdekaan sejati bagi seorang pelajar adalah saat kalian mampu menundukkan rasa malas, menghormati sesama, dan mengukir prestasi tanpa lelah. Jadilah generasi yang berintegritas, berjiwa tangguh, dan senantiasa menanamkan rasa cinta tanah air dalam setiap langkah,” tutur Bapak Ruhdi di hadapan ratusan peserta upacara.
Suasana hening yang menyelimuti barisan siswa menjadi bukti terpancarnya tekad baru. Peringatan kemerdekaan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengingat bahwasanya masa depan bangsa ini berada di jemari jemari muda yang berarak penuh optimisme.
Sementara itu, dua peleton upacara di bawah pendampingan Bapak Kuncoro Setiono, S.Pd dan Bapak H. Afi melaksanakan upacara di Kawedanan Singosari mewakili Spensi, dan tim tari gabungan tampil pasca upacara di bawah asuhan Ibu Devi Juwita, S.Pd mendapat apresiasi yang tidak kalah luar biasa di sana.
