Tunjungtirto,- (14/9) Suasana khidmat menyelimuti hamparan lapangan upacara SPENSI saat ratusan siswa berkumpul mengikuti upacara peringatan Hari Jadi Pramuka. Dengan seragam coklat khas yang terpasang rapi beserta kacu merah putih di dada, para peserta melaksanakan seluruh rangkaian baris-berbaris dan pengibaran bendera secara presisi. Peringatan momentum bersejarah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud rasa syukur atas rekam jejak Gerakan Pramuka dalam membina generasi muda bangsa Indonesia. Pramuka memiliki makna mendalam sebagai wadah pembentukan jiwa Praja Muda Karana—jiwa muda yang suka berkarya dan pantang menyerah. Memperingati hari lahirnya berarti menyalakan kembali semangat Dasadharma dan Tri Satya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menghafalkan kodenya. Di tengah era digital yang serba cepat, nilai-nilai kepramukaan seperti kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian sosial menjadi kompas moral penting agar remaja tidak kehilangan arah dan jati diri. Melalui momentum ini, para siswa SMP diajak untuk menempa karakter unggul yang tangguh, jujur, serta berjiwa kepemimpinan. Keanggotaan dalam Pramuka mengajarkan pentingnya gotong royong, menghormati sesama, dan mencintai alam sebagai fondasi pribadi yang berintegritas. Harapannya, semangat kepramukaan ini terus terpelihara sehingga setiap remaja mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Itulah rangkuman pesan yang disampaikan Kak Idris selaku Kakak Pembina pada upacara Hari Jadi Pramuka tahun ini, sekaligus melantik anggota Pasukan Garuda yang telah sukses menempuh ujian. Bravo untuk Dewi Herda dkk. Salam Pramuka!
